PENCEGAHAN STUNTING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KELUARGA

Stunting masih menjadi sebuah permasalahan yang sering dibahas dalam dunia kesehatan di Indonesia, hal tersebut tidak lepas dari tingginya angka stunting. Untuk mengurangi angka tersebut dibutuhkan pengetahuan luas mengenai pencegahan stunting bagi orangtua atau masyarakat.
Fakultas Keperawatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam upaya menekan tingginya kejadian stunting yang ada di Kota Surabaya pada Jum’at, 21 Juli 2023 lalu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan rapat rutin para kader kesehatan Surabaya di wilayah kerja Puskesmas Simomulyo. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh Dosen UNUSA yakni Siti Nurjanah, Umdatus Soleha dan Umi Hanik untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Stunting di Puskesmas Simomulyo Surabaya.


Ketua tim pengabdian masyarakat, Siti Nurjanah menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting walaupun di Surabaya pada tahun 2023 kejadian stunting telah menurun drastis akan tetapi masih terdapat 923 anak yang mengalami stunting, harapannya di Surabaya adalah Zero stunting. Beliau juga mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang terjadi dengan melakukan pencegahan stunting sebagai upaya meningkatkan kemandirian keluarga.
“ini yang harus kita lakukan bersama, saya mengajak seluruh masyarakat khususnya ibu-ibu yang hadir pada pagi hari ini untuk menurunkan angka kejadian stunting dengan cara meningkatkan kemandirian keluarga dengan tujuan memberikan pengetahuan untuk mencegah stunting,” jelas Siti Nurjanah.
Edukasi mengenai stunting dijelaskan oleh para dosen dengan cara tatap muka melalui pertemuan yang diselenggarakan di puskesmas. Para kader kesehatan sangat antusias dijelaskan beberapa materi yang dipaparkan oleh dosen sehingga proses edukasi berjalan dengan baik dan lancar.
“kami memberi edukasi mengenai pencegahan stunting mulai dari pengertian stunting, penyebab stunting, ciri-ciri anak yang mengalami stunting, dampak stunting dan pencegahan stunting yang bisa dilakukan mulai dari kehamilan sampai melahirkan, supaya kemandirian keluarga dalam pencegahan stunting bisa meningkat,” ujar Siti Nurjanah selaku ketua tim pengabdian masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pencegahan stunting semoga dapat dimanfaatkan oleh para kader kesehatan di puskesmas Simomulyo untuk mengedukasi masyarakat setempat. Dengan melakukan pencegahan dini mulai dari sbelum hamil, kemudian masa kehamilan sampai melahirkan sehingga diharapkan berdampak dalam mencegah terjadinya stunting pada anak.
Komentar Terbaru